Tuesday, August 16, 2016

MENGAPA KETIKA MARAH BERTERIAK DAN KETIKA BERCINTA BERBICARA DENGAN SUARA LIRIH

Mengapa orang saling berteriak jika mereka sedang marah?
Karena kehilangan sabar, makanya mereka berteriak.

Tetapi,...
Mengapa harus berteriak kepada orang yang tepat berada disebelahnya? Bukankah pesan yang ia sampaikan, bisa ia ucapkan dengan cara halus????



Bila dua orang sedang marah, maka hati mereka saling menjauh. Untuk dapat menempuh jarak yang jauh itu, mereka harus berteriak agar perkataannya dapat terdengar. Semakin marah, maka akan semakin keras teriakannya, karena jarak kedua hati semakin jauh. 
Begitu juga sebaliknya, disaat kedua insan saling jatuh cinta????

Mereka tidak saling berteriak antara yang satu dengan yang lain. Mereka berbicara lembut karena hati mereka berdekatan. Jarak antara kedua hati sangat dekat.



Bila mereka semakin saling mencintai, apa yang terjadi?"
Mereka tidak lagi berbicara. Mereka hanya berbisik dan saling mendekat dalam kasih sayang. Pada akhirnya mereka bahkan tidak perlu lagi berbisik. Mereka cukup hanya dengan saling memandang. Itu saja...

Sedekat itulah dua insan yang saling mengasihi.

Jika terjadi pertengkaran diantara kalian, jangan biarkan hati kalian menjauh. 
Jangan ucapkan perkataan yang membuat hati kian menjauh. Karena jika kita biarkan, suatu hari jaraknya tidak akan lagi bisa ditempuh....


Wallahualam

Noteformyself

Saturday, May 28, 2016

Hadapi Dengan Keikhlasan

HADAPI DENGAN KEIKHLASAN

Ketika kehidupan memberikan kita 100 alasan untuk menangis.
Tunjukkanlah pada kehidupan bahwa kita mempunyai 1000 alasan untuk tersenyum.

Tinggalkan masa lalu tanpa penyesalan.
Hadapi masa kini dengan keyakinan.
Dan hadapi masa depan tanpa rasa takut.
Walau perjalanan hidup terkadang membawa kita jauh dalam berbagai kesulitan yg begitu berat.
Dada menjadi sesak.
Bumi yg begitu luas terhampar menjadi sempit.
Jangan sampai keadaan ini membuat kita berputus asa.

Bersabarlah..
Ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran.
Jalan keluar beriringan dengan kesukaran.
Dan sesudah kesulitan itu datang kemudahan.
Hadapilah takdir ALLAH dengan Ikhlas, bukan dgn bersedih dan gelisah,apalagi marah.
Karena takdir ALLAH pasti terjadi.
Berprasangka baik kepada ALLAH terutama dalam takdir-Nya.
Kita harus pandai menyikapi hikmah di balik semua keputusan ALLAH.

#noteformyself
#copas

Thursday, January 21, 2016

Membuka Lembaran Hidup Baru

Membuka Lembaran Hidup Baru Artinya Menutup Lembaran Lama


Tidak peduli bagaimana kelamnya masa lalu, hidup dipenuhi dosa dan kegagalan demi kegagalan, Anda bisa menatap masa depan yang lebih baik. Kita harus menutup lembaran lama agar tidak menjadi beban dan memberatkan langkah kita di masa depan. Jika kita terus menatap lembaran lama, maka kita tidak akan ada waktu untuk membuka lembaran baru yang justru ini yang terpenting bagi hidup kita karena kita hanya melangkah ke depan.

Bagaimana pun dosa kita membumbung setinggi gunung, namun Allah Maha Pengampun, jika kita benar-benar taubat, insya Allah, Allah akan mengampuni dosa kita. Sudah banyak dalil-dalil yang menjelaskan bahwa Allah akan mengampuni semua dosa kita.

“Karena sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Zumar: 53)



“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqan: 68-70)

Kuncinya adalah saat kita mati, kita tidak lagi menyekutukan Allah

“Siapa yang mati sedangkan ia tidak menyekutukan Allah dengan apapun juga, pasti ia masuk surga. Siapa yang mati dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu, pasti masuk neraka.” (HR. Muslim)

Jadi, menutup lembaran lama dari dosa-dosa ialah dengan bertaubat yang sebenar-benarnya.

Kemudian menutup lembaran lama dari kegagalan demi kegagalan ialah dengan melakukan evaluasi atau muhasabah dan memaafkan diri sendiri atau siapa pun yang terlibat atas kegagalan tersebut.

Menjadikan Masa Lalu Sebagai Bekal Masa Depan

Kita menutup lembaran lama agar tidak lagi menjadi beban, namun bukan berarti kita tidak memanfaatkan masa lalu karena semua itu pasti ada hikmahnya bagi kita. Keberhasilan masa lalu, maka lanjutkan dan tingkatkan di masa depan. Kalau pun itu kesalahan dan kegagalan, maka ambilah hikmahnya dan jadikan sebagai bekal untuk masa depan kita. Hikmah dari masa lalu akan menjadikan kita lebih bijak dan pintar dalam mengambil keputusan saat ini.

Tekadkan dan Bertawakal Kepada Allah

Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS.Ali ‘Imraan:159)

Tekadkan Anda untuk hidup lebih baik. Tekadkan untuk meraih pencapaian-pencapaian luar biasa. Tekadkan untuk meraih prestasi gemilang. Tekadkan untuk memberikan kontribusi kepada sesama. Tekadkan ….

Kemudian bertawakallah kepada Allah.

Menarik disini, bahwa tawakal diletakan setelah tekad (azam). Artinya tawakal bukan hanya diletakan setelah ikhtiar, tetapi juga setelah kita bertekad agar urusan kita menjadi mudah karena pertolongan Allah.

Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. (QS.Ali ‘Imraan:160)

Kesimpulan

Membuka lembaran hidup baru dengan melepaskan beban dimasa lalu dengan bertaubat dan memaafkan. Kemudian ambillah hikmah dari masa lalu dan jadikan bekal untuk melangkah ke depan. Dan bulatkan tekad serta bertawakallah kepada Allah.

Tidak ada kata terlambat untuk membuka lembaran hidup baru, Anda bisa memulainya sekarang juga.

#copas
#noteformyself
HR

Monday, November 16, 2015

Biarkan Masa Depan Datang Sendiri




 

"Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya."

 (QS. An-Nahl: 1)

 

Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah Anda mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah-buahan sebelum masak? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna.

 

Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya? Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan?

 

Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun ke bumi. Maka, tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum sampai di atasnya. Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai di atasnya. Dan bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.

 

Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan masa depan dan membuka-buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam kecemasan-kecemasan yang baru di duga darinya, adalah sesuatu yang tidak dibenarkan. Pasalnya, hal itu termasuk thulul amal (angan-angan yang terlalu jauh). Secara nalar, tindakan itu pun tak masuk akal, karena sama halnya dengan berusaha perang melawan bayang-bayang.

 

 

Namun ironis, kebanyakan manusia di dunia ini justru banyak yang termakan oleh ramalan-ramalan tentang kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit dan kemerosotan ekonomi yang kabarnya akan menimpa mereka. Padahal, semua itu hanyalah bagian dari kurikulum yang diajarkan di (sekolah-sekolah setan).

 

"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia."

(QS. Al-Baqarah: 268)

 

Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi.

Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di 'genggaman yang lain' tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada. Dan orang yang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar bila justru menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak berwujud.

 

Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan petakanya. Sebab, hari ini Anda sudah sangat sibuk. Jika Anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit di dalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah angan-angan yang berlebihan.

 

 HR


-La Tahzan-

Thursday, October 8, 2015

Hakikat memberi


Setiap kali engkau memperbaiki niatmu, maka Allah akan memperbaiki keadaanmu…

Dan setiap kali engkau mengharapkan kebaikan untuk orang lain, engkau akan mendapatkan kebaikan dari arah yang tidak engkau sangka…

Dan saat kita hidup untuk membahagiakan orang lain, Allah akan memberi kita rizki berupa orang lain yang akan membahagiakan kita…

Maka berusahalah untuk memberi bukan menerima, karena setiap kali engkau memberi, maka engkau akan menerima tanpa meminta sekalipun.”

HR

Wednesday, October 7, 2015

BAHAGIA itu SEDERHANA


BAHAGIA itu SEDERHANA..

Tahukah kamu ternyata kebahagiaan itu sangatlah sederhana?



Bahagia tidak harus menunggu sampai kita diberi kelebihan harta,
Bahagia tidak harus menunggu sampai kita menjadi seorang jutawan,

Bahagia tidak juga harus menunggu sampai kita mendapatkan semua fasilitas yang diidam-idamkan,
Bahagia tidak pula harus menunggu hingga kita menjadi seseorang yang terkenal juga populer,



Sejatinya kebahagiaan itu sederhana, sangat sederhana,
Karena kebahagiaan itu ada dimana-mana,

Kebahagiaan itu ada dalam sebuah proses yang dimaknai secara sempurna,